Pages

*****

Senin, April 11, 2011

My Wishes :D

-antara keinginan dan tujuan hidup-

Saya percaya semua orang punya keinginan. semua orang juga punya tujuan hidup. Kalo kata orang tua dulu, kalo hidup tanpa tujuan itu namanya bukan manusia hidup. Saya juga meyakini itu, gak bakalan ada gunanya kalo saya hidup dari hari ke hari tapi gak ada sesuatu yang mau dituju.

Tapi menurut saya, keinginan itu berbeda dari tujuan hidup. Keinginan itu pastinya banyak jenisnya. Aku pengen jadi itu, aku pengen jadi ini. Misalnya nih ya, kalo keinginanku itu pasti banyak banget. Mulai dari yang biasa-biasa aja kayak aku pengen kuliah sampe S3 atau minimal S2 lah (hhehe); pengen bahagiain orang tua; pengen punya anak-anak yang cinta Tuhan, baik hati, pinter, dan lucu; pengen jadi pegawai negeri yang cinta negara; pengen buat usaha pribadi; pengen nulis buku karangan saya sendiri; ada juga keinginan yang sangat ingin terpenuhi seperti saya pengen punya pasangan hidup yang lebih cinta Tuhan daripada cinta saya, dan keinginan yang aneh-aneh kayak pengen jalan-jalan keliling dunia; pengen wisata kuliner mancanegara; pengen punya rumah dengan warna hijau (ini ngehayal doang sih, hehe >.<);dan pengen-pengen yang lainnya.



But, kalo bicara tentang tujuan hidup, itu lebih dalem dari sekedar keinginan hidup. Tujuan hidup lebih kepada goal dan hal yang ingin kita wujudkan dengan sungguh. Yang hal tersebut menjadi pemacu hidup kita saat kita melakukan aktivitas sehari-hari sekalipun kelihatannya aktivitas kita itu tidak berhubungan dengan tujuan hidup kita itu. Tujuan hidup jadi sesuatu yang bakalan membuat kita gak bisa tidur kalau tujuan itu sedang mengalami hambatan. Tujuan hidup juga yang membuat kita semangat memulai hai tiap pagi karena kita pengen sedikit demi sedikit mewujudkannnya. Mungkin sulit bagi kita untuk mengerti. Kita sering punya keinginan-keinginan dalam hidup tapi gak tau apa tujuan hidup kita. Atau kita menggabungkan antara keinginan dan tujuan hidup kita sehingga kita sulit membedakan mana yang wajib dan harus kita perjuangkan sungguh-sungguh. Padahal tujuan hidup bersifat lebih harus diprioritaskan dibandingkan dengan keinginan-keinginan kita. Menurut saya, tidak apa-apa kalau salah satu atau beberapa keinginan saya tidak terpenuhi, tapi saya akan sangat sedih sekali kalau saya gak berjuang untuk mewujudkan tujuan hidup saya. Dalam hal ini saya gak bilang saya HARUS mendapatkan tujuan hidup itu, tapi setidaknya saya harus memperjuangkannya sungguh-sungguh. Saya percaya kok kalau saya memperjuangkan sungguh-sungguh Tuhan bakalan membantu.

Nah, kalau saya ditanya, apa tujuan hidup saya, saya akan dengan tegas menjawab: saya harus menyenangkan hati Tuhan, layaknya seorang anak yang ingin bapanya bangga, layaknya seorang murid yang mematuhi gurunya, layaknya seorang bawahan yang melakukan perintah tuannya.

Kenapa saya ingin begitu? Kenapa tujuan hidup saya terlalu klise? Well, itu memang terlalu global, terlalu luas. Gak spesifik kayak keinginan-keinginan saya yang udah saya sebutin tadi. Oke, saya bakalan jelasin satu-satu:
1. Keinginan pertama: saya pengen kuliah sampe S3 atau minimal S2 lah.
Alasannya: saya bukan mengejar grade atau gengsi S2 atau S3, tapi karena saya tau Tuhan udah kasih saya talenta, kemampuan, dan keinginan untuk terus belajar. Karena saya pengen menyenangkan hati Tuhan, saya pengen mengembangkan talenta saya, saya gak mau jadi manusia yang malas belajar, puas dengan pendidikan yang sedang-sedang saja. Trus kalo udah S2 atau S3 mau diapain? Banyak. Saya mau bantu banyak orang mengenal pendidikan. Saya mau orang-orang di sekitar saya juga menikmati apa yang saya nikmati. Saya pengen orang lain merasakan manfaat atau dampak dari saya. Jadi, saya gak jadi orang yang egois cuma pengen pinter sendiri. Gimana caranya? Saat ini yang masih terpikirkan buat saya adalah saya mengajar orang yang kurang mampu, atau saya membantu beberapa yayasan yang memperjuangkan pendidikan orang-orang kurang mampu, atau yang lebih besar lagi, saya pengen bisa buat yayasan sendiri. Well, I pray for it.

2. Keinginan kedua: saya pengen bahagiain orang tua
Alasan: saya rasa ini bukan hal yang membingungkan lah ya. Otomatis, karena saya pengen nyenangin hati Tuhan, saya pengen bahagiain ortu saya. Mereka itu perpanjangan tangan Tuhan buat saya. Mereka itu anugrah pertama Tuhan buat saya di dunia ini. Dan yang paling utama, mereka yang mengajarkan saya terus-menerus untuk cinta Tuhan dan mereka menunjukkannya dalam kehidupan mereka sehari-hari.

3. Keinginan ketiga: saya pengen punya anak-anak yang cinta Tuhan, baik hati, pinter, dan lucu
Alasan: saya pengen anak-anak saya nanti kenal Tuhan dan terutama cinta Tuhan karena itu lah yang terutama. Itulah yang diajarkan orang tua saya pada saya. Kalau baik hati, pinter dan lucu itu keinginan-keinginan tambahan, yang saya pengen membantu mereka bersosialisasi dengan orang-orang di sekitarnya. Saya pengen anak-anak saya nantinya terutama menjadi anak-anak yang membawa terang di dunia yang gelap dan menjadi garam di dunia yang tawar ini.

4. Keinginan keempat: pengen jadi pegawai negeri yang cinta negara
Alasan: sudah jelas dong yaaa, abis saya lulus dari kampus STAN ini, saya bakalan jadi pegawai negeri. Dan yang harus saya lakukan adalah menjadi pegawai negeri yang cinta negara. Karena kalau saya cinta Indonesia ini, brarti saya mau memperjuangkan yang terbaik bagi Indonesia ini. Saya mau memperjuangkan yang terbaik. Saya mau berintegritas. Saya mau memberikan dampak bagi Indonesia&kemajuan bangsa. Tuhan udah menempatkan saya di kampus ini, artinya Tuhan saya gak pengen saya jadi hambar, tapi saya harus memiliki dampak. Tuhan pengen Indonesia yang lebih baik.

5. Keinginan kelima: saya pengen buat usaha sendiri.
Alasan: sepertinya ini keinginan buat nyenagin diri sendiri kan ya? Well, usaha sendiri ini mungkin dinilai supaya saya bisa kaya atau apa pun lah. Tapi ini tujuannya bukan itu. Saya menciptakan lapangan kerja sendiri, pengen membantu orang lain. Bukan apa-apa, saya rasa kalau sepertinya tidak ada jalan, maka jalan itu harus diperjuangkan. Kalau gak ada lapangan pekerjaan, usahakan membuka lapangan pekerjaan. Ini karena Tuhan mengajarkan saya untuk hidup mencintai sesama saya manusia seperti diri saya sendiri.

6. Keinginan keenam: saya pengen nulis buku karangan saya sendiri
Alasan: saya bukan pengen nulis novel (tapi kalau nanti nulis novel, itu karena anugrah saja, ehhehe), saya bukan pengen nulis diktat atau text book acoounting (>.<), apalagi saya bukan mau nulis buku teka-teki silang. Saya pengen nulis kisah perjalanan hidup saya dengan Tuhan. Kayak blog ini, sebenernya ini sedikit cerita tentang apa yang saya nikmati selama ini. Saya pengen orang lain menikmati kisah-kisah ini juga. Saya pengen jadi berkat buat orang lain. Saya pengen orang-orang semakin yakin kalau Tuhan itu ada asal kita percaya. Ini juga terutama buat menyenangkan hati Tuhan.

7. Keinginan ketujuh: saya pengen punya pasangan hidup yang lebih cinta Tuhan daripada cinta pada saya. Alasan: ini keinginan paling penting dan terus saya doakan sampe saat ini (hahaayyy *blushing*). Kenapa harus lebih cinta Tuhan daripada cinta pada saya? Karena Tuhan tetap yang paling utama. Karena saya juga bakalan lebih cinta Tuhan daripada cinta ke pasangan hidup saya nanti. Oiya, yang gak kalah pentingnya, karena Tuhan yang mengajarkan saya bagaimana mencintai, makanya saya bakalan mencintai pasangan saya dengan cinta yang diberikan Tuhan. Lagipula, pasangan hidup saya nanti kan anugerah dari Tuhan. Masak saya lebih mencintai anugerah-Nya daripada Dia yang memberikan. Saya juga pengen pasangan hidup saya nanti begitu. Dia mencintai saya, namun cinta-Nya pada Tuhan lebih besar lagi. Jadi, Tuhan yang terutama (urutan nomor 1), pasangan hidup yang utama (urutan nomor 2).. ahahahayyy (*malu*)..

Sedangkan keinginan yang aneh-aneh kayak pengen jalan-jalan keliling dunia; pengen wisata kuliner mancanegara; pengen punya rumah dengan warna hijau (ini ngehayal doang sih, hehe >.<); dan pengen-pengen yang lainnya itu semuanya keinginan ngasal yang gak terlalu dimasukin hati. Hehee

Well, di atas semua keinginan-keinginan saya itu (atau yang bisa disebut juga jadi cita-cita), saya pengen saya benar-benar mewujudkan tujuan hidup saya. Gak bakalan ada gunanya kalo saya mencapai keinginan-keinginan saya itu tapi saya melenceng dari tujuan hidup saya. Saya terus berdoa pada Tuhan tentang semua keinginan-keinginan saya ini. Tapi yang penting buat saya: janganlah kehendakku yang jadi, biarlah kehendak Tuhan yang terjadi. Jikalau Ia mengizinkan keinginan-keinginan saya ini terwujud, itu karena Tuhan berkehendak keinginan ini terwujud. Karena Ia tau yang terbaik. Yang penting, Tuhan senang.






Menyenangkan-Mu, senangkan-Mu, hanya itu kerinduanku.


with love,, Ruth Margareth Silitonga

2 comments:

  1. GoodLuck.
    Buatlah TUHAN selalu bangga atas penciptaan kita, seperti firmanNYA, “Apakah kalian mengira bahwasanya Kami menciptakan kalian dengan sia-sia dan kalian tidak akan dikembalikan kepada Kami? ”

    BalasHapus