Pages

*****

Selasa, April 03, 2012


MALUA. Aku percaya pada Allah Bapa, Yesus Kristus Anak Allah, dan Roh Kudus :D


Hari Minggu kemaren, aku menghadiri acara naik sidi adik sepupuku. Tau kan, naik sidi itu acara buat seorang Kristen yang udah dianggap cukup dewasa buat mengakui imannya pada Yesus. Pada saat sidi, seseorang juga dikukuhkan menjadi seorang anggota gereja yang dianggap sudah dewasa. Mulai saat itu ia harus semakin mempertahankan imannya pada Tuhan.

Nah, jangan dikira acara Sidi begitu cuma acara seremonial biasa. Sidi adalah acara yang serius dalam kehidupan rohani seseorang. Sidi itu membuat seseorang harus semakin lebih focus lagi berjuang mengenal Yesus dan menjadi anak-Nya. Meneladani keteladanan Yesus dan melakukan kehendak Allah. Namun, sayangnya banyak orang yang menganggap acara ini cuma sekedar acara-yang-mesti-diikuti-kalau-kau-Kristen-dan sudah cukup umur.


Banyak pandangan yang salah tentang sidi. Pertama ada orang yang bilang kalau seseorang naik sidi artinya dia udah nanggung dosanya sendiri. Waaaaaaaaaah, kalau seseorang sidi baru di umur25 taun, brarti selama 25 taun yang nanggung dosanya siapa? Emak Babenya? Yaampuuun, kasian ya emak babenya.. -.-

Dulu, aku pernah denger seorang Pendeta atau pembicara (yang saya lupa siapa namanya) yang ngomong kalo gak benar bahwa setelah sidi seseorang baru menanggung dosanya sendiri. Yang benar adalah bahwa seseorang sudah dianggap dewasa untuk mengakui imannya kepada Yesus didepan Allah, Bapa, dan Roh Kudus, juga dihadapan segenap jemaat. Gereja menjadi saksi ia menyatakan imannya. Nah, masalah dia nanggung dosanya setelah ia sidi justru gak benar. Dosa manusia ditanggungjawabi oleh kita semua masing-masing. Bukan ditanggung orang tua, kakak, sodara atau siapa. Kita bertanggung jawab atas dosa2 kita pada saatnya nanti dating hari penghakiman terakhir. Namun, jikalau kita mengaku percaya kepada Kristus dan mengakui Ia adalah Juruslamat kita, maka Yesus lah yang menanggung dosa kita dan menghapuskannya saat Ia mati di kayu salib. J

Lah, terus apa bedanya sidi dari baptis waktu kita masih bayi, kalo toh kita nanggung dosa kita bahkan sejak kita masih kecil? Nah, logikanya, anak-anak itu kan dibaptis kemungkinan besar saat mereka masih bayi atau balita (terlepas dari yang dibaptis saat dewasa). Nah, pada saat itu logikanya anak-anak kan belum bisa dikatakan udah bisa menanggung jawabi apa yang mereka lakukan apalagi apa yang mereka katakan. Sementara pengakuan iman itu bukan hal yang main-main. Kalau kau mengakui sesuatu di hadapan Tuhan dank au melanggarnya, artinya tentu berdosa! Bahkan dosa yang berat kalau kita mengakui iman, namun tiba2 kita gak bertanggung jawab telah mengakuinya. Itulah mengapa nak-anak belum  bisa mengakui iman mereka pada Kristus secara langsung setelah dibaptis. Kalaupun mereka mengatakan pengakuannya, pengakuannnya dianggap gak sah, karena mereka belum dianggap dewasa baik secara umum maupun hokum. Gak mungkin dong waktu anak-anak bayi itu dibaptis, mereka disuruh ngomong pengakuan iman. Jangan-jangan mereka gak tau lagi apa itu pengakuan iman atau jangan-jangan mereka aja gak ngerti apa yang mereka omongin @.@

Kedua, orang seringkali Cuma tau pokoknya seorang anak dalam keluarga Kristen harus malua, kalo gak dia gak bisa nikah. Karena pemberkatan nikah mensyaratkan seseorang harus telah di-sidi baru bisa menikah. Nah loh? Masa alasan seseorang sidi cuma supaya dia bisa dapet izin menikah. Lah, sampe ada orang yang becanda bilang surat sidi itu SIM alias Surat Izin Menikah. Ohmaiiiiiiiiiiiiiiiii

Kenapa seseorang yang ma menikah harus seseorang yang telah naik sidi? Karenaaa, seseorang yang menikah artinya seseorang yang telah siap untuk membentuk rumah tangga yang berlandaskan pada iman pada Kristus. Nah, kalo misalnya seseorang yang mau menikah itu belum naik sidi kan berarti dia belum mengakui imannya kepada Kristus. Gimana bisa seseorang yang belum mengakui imannya bisa membangun rumah tangga yang berlandaskan iman Kristus? Bagaimana bisa ia menanamkan kehendak Kristus dalam rumah tangganya kalau dia aja belum mengakui Kristus sebagai Juruselamatnya? Masa dia mau mematuhi perintah Yesus sementara dia belum ngakuin Yesus. Dan yang juga gak kalah penting, gimana bisa ia mengajarkan pada anak-anaknya tentang Yesus, mentransfer iman pada Kristus kepada anak-anaknya dan mendidik anak-anaknya dalam pengajaran Kristus? See. Itulah kenapa penting sekali seseorang yang akan menikah telah mengakui imannya pada Kristus alias sudah naik sidi. J

Nah, kembali ke acara sidi adik sepupuku itu, pada ibadahnya ada beberapa hal yang kudapat:
1.      Lagu yang dinyanyikan

PKJ 239 – Perubahan Besar
do = a
4 ketuk
1.      Perubahan besar di kehidupanku
sejak Yesus di hatiku;
di jiwaku bersinar terang yang cerlang
sejak Yesus di hatiku.
Refrein:
Sejak Yesus di hatiku,
sejak Yesus di hatiku,
jiwaku bergemar
bagai ombak besar
sejak Yesus di hatiku.
2.      Aku tobat, kembali ke jalan benar
sejak Yesus di hatiku;
dan dosaku dihapus, jiwaku segar
sejak Yesus di hatiku.
3.      Aku rindu pergi ke tempat Tuhanku,
sejak Yesus di hatiku;
aku riang gembira berjalan terus
sejak Yesus di hatiku.
Aku sukaaaaaaaaa sekali lagu ini. Lagu ini benar-benar ngegambarin gimana orang yang kenal Yesus, terutama saat ia pertama sekali kenal Yesus. Perubahan besar terjadi di kehidupannya. PERUBAHAN BESAAAAAAAR!
Well, aku juga ngerasain hal itu. Sejak Yesus dihatiku, banyak hal yang berubah. Banyak hal yang akhirnya berani kulepas dan kutinggal, terutama yang akhirnya kutau kalo hal itu gak sesuai firman Tuhan. Bukannya apa-apa, tapi ada sesuatu yang membuatku merasa salah saat aku udah tau kalo itu gak benar tapi aku masih lakuin. Nah, itulah karena Roh Kudus sudah menguasai hatiku, sejak Yesus dihatiku. Ia mengambil alih seluruh hati dan memerintah secara penuh. Yaaaaaah, tapi memang masih banyak hal yang gak benar. Masih banyak hal yang harus dirubah. Aku masih perlu banyak belajar.
Nah, ayat 2 nya trus nunjukin gimana perubahan besar terjadi dalam hidup setiap orang yang udah ngaku percaya pada Tuhan Yesus. Orang yang percaya Yesus pastinya bakalan tobat kembali ke jalan benar. Dia haruslah bertobat dan berjanji tidak akan kembali ke dalam dosa yang sama. Karena Allah membenci dosa dan kalau ia mau terima Yesus, Ia harus bersih dari dosa yang berarti dia harus bertobat. Kenapa? Karena dosanya telah dihapus dan jiwanya segar kembali. Artinya: bagaimana bisa seseorang yang telah diselamatkan dari maut sebagai upah dosanya masih mau kembali ke kubangan dosa yang berarti ke dalam maut lagi? Jika dosanya telah dihapus dan jiwanya telah segar kembali (udah gak di dalam ancaman maut lagi) otomatis orang itu bakalan berjuang untuk kembali ke jalan benar.  J
2.      Kothbah Pendetanya
Waktu kothbah banyak hal yang disampein si bapak Pendeta. Tapi yang paling ditekankan (bahkan sampe bolakbalik dibilangin ke adik-adik yang sedang sidi) adalah: “Jangan mau menukarkan hak kesulungan kalian dengan semangkuk kacang merah. SEMANGKUK KACANG MERAH”.
Cerita semangkuk kacang merah itu pasti ngengetin kita sama Esau yang menjual hak kesulungannya sama Yakub demi semangkuk kacang merah. Dia piker hal itu bukan hal yang material kali ya? Padahal itu Cuma demi semangkuk kacang merah yang gak terlalu krusial kan. Tapiiii, liat aja efek kebutuhan jasmani yang terdesak ini. Hanya karna Esau pengen nyobain sup kacang merah itu, dia lupa diri. (inget: roh memang penurut, tetapi daging lemah).
Naaaah, dalam hal ini, si Pak Pendeta mau nunjukin kalo seringkali hal jasmani dan keinginan daging membuat seseorang lupa diri dan mengikuti keinginan dagingnya padahal jelas sekali keinginan tersebut bertentangan dengan kehendak Tuhan.
Trus hubungannya dengan naik sidi apa? Gini, seringkali orang menukarkan iman percayanya dengan hal lain yang menurutnya lebih menarik (padahal itu Cuma secara duniawi). Liat aja berapa banyak orang yang menjual imannya dan berpaling dari imannya kepada Kristus karena alasan cinta, pangkat, jabatan, atau alasan-alasan lain yang menurutnya lebih menguntungkan dirinya daripada iman percaya pada Kristus. Padahaaaaal, dia gak sadar saat ia menjual imannya, berarti ia menjual jaminan keselamatannya yang ia peroleh saat ia percaya pada Yesus. Ia menjual jaminan ia akan bersama dengan Yesus di kerajaan kekalnya saat penghakiman terakhir nanti.
Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yohanes 14:6) 
Artinya, gak ada keselamatan selain dari Yesus. Gak ada istilah kalo kau telah berpaling dari Yesus terus kau bisa beroleh keselamatan itu dari yang lainnya. Saya percaya itu.
Nah, kalau liat hal itu, bisa ditarik kesamaan dari cerita Esau yang menjual hak kesulungannya itu ke Yakub demi semangkuk kacang merah dengan orang yang menjual iman percayanya kepada Yesus demi sesuatu yang dirasanya lebih berharga. Yup, demi sesuatu yang hanya sementara&hanya memenuhi keinginan dagingnya, manusia bisa menjual dan meninggalkan apa yang kekal dan yang sudah diberikan untuknya. Miris sekali kan. Meninggalkan hal yang berlaku selamanya demi hal yang sementara, sangat sementara.
Makaaaaa, JANGAN JUAL HAK KESULUNGANMU DEMI SEMANGKUK KACANG MERAH. JANGAN JUAL IMANMU DEMI APAPUN JUGA.
(tambahan, dulu mamaku pernah bilang, kalau kau menjual iman percayamu artinya kau menjual Tuhanmu. Sama aja kayak Yudas yang menjual Yesus ke imam-imam kepala).

Pray: Tuhan, aku bersyukur punya Tuhan sepertimu. Aku bersyukur mengenal-Mu. Dan aku dengan segenap hati mengakui kalau aku mempercayai-Mu sebagai Tuhan dan Juruselamatku. Dan aku berterimakasih sekali atas perubahan besar yang terjadi di kehidupanku, sejak aku mengenal-Mu. Ajar aku tetap setia sampai selamanyaaa dan tidak akan pernah meninggalkan-Mu demi apapun juga. Karna Kau tidak akan terganti. Amin J

0 comments:

Posting Komentar