MALUA. Aku percaya pada Allah Bapa, Yesus Kristus Anak Allah, dan Roh Kudus :D
Hari Minggu kemaren, aku menghadiri acara naik
sidi adik sepupuku. Tau kan, naik sidi itu acara buat seorang Kristen yang udah
dianggap cukup dewasa buat mengakui imannya pada Yesus. Pada saat sidi,
seseorang juga dikukuhkan menjadi seorang anggota gereja yang dianggap sudah
dewasa. Mulai saat itu ia harus semakin mempertahankan imannya pada Tuhan.
Nah, jangan dikira acara Sidi begitu cuma acara
seremonial biasa. Sidi adalah acara yang serius dalam kehidupan rohani
seseorang. Sidi itu membuat seseorang harus semakin lebih focus lagi berjuang
mengenal Yesus dan menjadi anak-Nya. Meneladani keteladanan Yesus dan melakukan
kehendak Allah. Namun, sayangnya banyak orang yang menganggap acara ini cuma
sekedar acara-yang-mesti-diikuti-kalau-kau-Kristen-dan sudah cukup umur.
Banyak pandangan yang salah tentang sidi. Pertama
ada orang yang bilang kalau seseorang naik sidi artinya dia udah nanggung
dosanya sendiri. Waaaaaaaaaah, kalau seseorang sidi baru di umur25 taun, brarti
selama 25 taun yang nanggung dosanya siapa? Emak Babenya? Yaampuuun, kasian ya
emak babenya.. -.-
Dulu, aku pernah denger seorang Pendeta atau
pembicara (yang saya lupa siapa namanya) yang ngomong kalo gak benar bahwa
setelah sidi seseorang baru menanggung dosanya sendiri. Yang benar adalah bahwa
seseorang sudah dianggap dewasa untuk mengakui imannya kepada Yesus didepan
Allah, Bapa, dan Roh Kudus, juga dihadapan segenap jemaat. Gereja menjadi saksi
ia menyatakan imannya. Nah, masalah dia nanggung dosanya setelah ia sidi justru
gak benar. Dosa manusia ditanggungjawabi oleh kita semua masing-masing. Bukan
ditanggung orang tua, kakak, sodara atau siapa. Kita bertanggung jawab atas
dosa2 kita pada saatnya nanti dating hari penghakiman terakhir. Namun, jikalau
kita mengaku percaya kepada Kristus dan mengakui Ia adalah Juruslamat kita,
maka Yesus lah yang menanggung dosa kita dan menghapuskannya saat Ia mati di
kayu salib. J
Lah, terus apa bedanya sidi dari baptis waktu kita
masih bayi, kalo toh kita nanggung dosa kita bahkan sejak kita masih kecil?
Nah, logikanya, anak-anak itu kan dibaptis kemungkinan besar saat mereka masih
bayi atau balita (terlepas dari yang dibaptis saat dewasa). Nah, pada saat itu
logikanya anak-anak kan belum bisa dikatakan udah bisa menanggung jawabi apa
yang mereka lakukan apalagi apa yang mereka katakan. Sementara pengakuan iman
itu bukan hal yang main-main. Kalau kau mengakui sesuatu di hadapan Tuhan dank
au melanggarnya, artinya tentu berdosa! Bahkan dosa yang berat kalau kita
mengakui iman, namun tiba2 kita gak bertanggung jawab telah mengakuinya. Itulah
mengapa nak-anak belum bisa mengakui
iman mereka pada Kristus secara langsung setelah dibaptis. Kalaupun mereka
mengatakan pengakuannya, pengakuannnya dianggap gak sah, karena mereka belum
dianggap dewasa baik secara umum maupun hokum. Gak mungkin dong waktu anak-anak
bayi itu dibaptis, mereka disuruh ngomong pengakuan iman. Jangan-jangan mereka
gak tau lagi apa itu pengakuan iman atau jangan-jangan mereka aja gak ngerti
apa yang mereka omongin @.@
Kedua, orang seringkali Cuma tau pokoknya seorang
anak dalam keluarga Kristen harus malua, kalo gak dia gak bisa nikah. Karena
pemberkatan nikah mensyaratkan seseorang harus telah di-sidi baru bisa menikah.
Nah loh? Masa alasan seseorang sidi cuma supaya dia bisa dapet izin menikah.
Lah, sampe ada orang yang becanda bilang surat sidi itu SIM alias Surat Izin
Menikah. Ohmaiiiiiiiiiiiiiiiii
Kenapa seseorang yang ma menikah harus seseorang
yang telah naik sidi? Karenaaa, seseorang yang menikah artinya seseorang yang
telah siap untuk membentuk rumah tangga yang berlandaskan pada iman pada
Kristus. Nah, kalo misalnya seseorang yang mau menikah itu belum naik sidi kan
berarti dia belum mengakui imannya kepada Kristus. Gimana bisa seseorang yang
belum mengakui imannya bisa membangun rumah tangga yang berlandaskan iman
Kristus? Bagaimana bisa ia menanamkan kehendak Kristus dalam rumah tangganya
kalau dia aja belum mengakui Kristus sebagai Juruselamatnya? Masa dia mau
mematuhi perintah Yesus sementara dia belum ngakuin Yesus. Dan yang juga gak
kalah penting, gimana bisa ia mengajarkan pada anak-anaknya tentang Yesus,
mentransfer iman pada Kristus kepada anak-anaknya dan mendidik anak-anaknya
dalam pengajaran Kristus? See. Itulah kenapa penting sekali seseorang yang akan
menikah telah mengakui imannya pada Kristus alias sudah naik sidi. J
Nah, kembali ke acara sidi adik sepupuku itu, pada
ibadahnya ada beberapa hal yang kudapat:
1.
Lagu yang
dinyanyikan
PKJ 239 – Perubahan Besar
do = a
4 ketuk
4 ketuk
1. Perubahan besar di kehidupanku
sejak Yesus di hatiku;
di jiwaku bersinar terang yang cerlang
sejak Yesus di hatiku.
sejak Yesus di hatiku;
di jiwaku bersinar terang yang cerlang
sejak Yesus di hatiku.
Refrein:
Sejak Yesus di hatiku,
sejak Yesus di hatiku,
jiwaku bergemar
bagai ombak besar
sejak Yesus di hatiku.
Sejak Yesus di hatiku,
sejak Yesus di hatiku,
jiwaku bergemar
bagai ombak besar
sejak Yesus di hatiku.
2. Aku tobat, kembali ke jalan benar
sejak Yesus di hatiku;
dan dosaku dihapus, jiwaku segar
sejak Yesus di hatiku.
sejak Yesus di hatiku;
dan dosaku dihapus, jiwaku segar
sejak Yesus di hatiku.
3. Aku rindu pergi ke tempat Tuhanku,
sejak Yesus di hatiku;
aku riang gembira berjalan terus
sejak Yesus di hatiku.
sejak Yesus di hatiku;
aku riang gembira berjalan terus
sejak Yesus di hatiku.
Aku sukaaaaaaaaa
sekali lagu ini. Lagu ini benar-benar ngegambarin gimana orang yang kenal
Yesus, terutama saat ia pertama sekali kenal Yesus. Perubahan besar terjadi di
kehidupannya. PERUBAHAN BESAAAAAAAR!
Well, aku juga
ngerasain hal itu. Sejak Yesus dihatiku, banyak hal yang berubah. Banyak hal
yang akhirnya berani kulepas dan kutinggal, terutama yang akhirnya kutau kalo
hal itu gak sesuai firman Tuhan. Bukannya apa-apa, tapi ada sesuatu yang
membuatku merasa salah saat aku udah tau kalo itu gak benar tapi aku masih
lakuin. Nah, itulah karena Roh Kudus sudah menguasai hatiku, sejak Yesus
dihatiku. Ia mengambil alih seluruh hati dan memerintah secara penuh. Yaaaaaah,
tapi memang masih banyak hal yang gak benar. Masih banyak hal yang harus
dirubah. Aku masih perlu banyak belajar.
Nah, ayat 2 nya trus nunjukin gimana perubahan besar terjadi dalam
hidup setiap orang yang udah ngaku percaya pada Tuhan Yesus. Orang yang percaya
Yesus pastinya bakalan tobat kembali ke jalan benar. Dia haruslah bertobat dan
berjanji tidak akan kembali ke dalam dosa yang sama. Karena Allah membenci dosa
dan kalau ia mau terima Yesus, Ia harus bersih dari dosa yang berarti dia harus
bertobat. Kenapa? Karena dosanya telah dihapus dan jiwanya segar kembali.
Artinya: bagaimana bisa seseorang yang telah diselamatkan dari maut sebagai
upah dosanya masih mau kembali ke kubangan dosa yang berarti ke dalam maut
lagi? Jika dosanya telah dihapus dan jiwanya telah segar kembali (udah gak di
dalam ancaman maut lagi) otomatis orang itu bakalan berjuang untuk kembali ke
jalan benar. J
2.
Kothbah Pendetanya
Waktu kothbah banyak hal yang disampein si bapak Pendeta. Tapi yang
paling ditekankan (bahkan sampe bolakbalik dibilangin ke adik-adik yang sedang
sidi) adalah: “Jangan mau menukarkan hak kesulungan kalian dengan semangkuk
kacang merah. SEMANGKUK KACANG MERAH”.
Cerita semangkuk kacang merah itu pasti ngengetin kita sama Esau
yang menjual hak kesulungannya sama Yakub demi semangkuk kacang merah. Dia
piker hal itu bukan hal yang material kali ya? Padahal itu Cuma demi semangkuk
kacang merah yang gak terlalu krusial kan. Tapiiii, liat aja efek kebutuhan
jasmani yang terdesak ini. Hanya karna Esau pengen nyobain sup kacang merah
itu, dia lupa diri. (inget: roh memang
penurut, tetapi daging lemah).
Naaaah, dalam hal ini, si Pak Pendeta mau nunjukin kalo seringkali
hal jasmani dan keinginan daging membuat seseorang lupa diri dan mengikuti
keinginan dagingnya padahal jelas sekali keinginan tersebut bertentangan dengan
kehendak Tuhan.
Trus hubungannya dengan naik sidi apa? Gini, seringkali orang
menukarkan iman percayanya dengan hal lain yang menurutnya lebih menarik
(padahal itu Cuma secara duniawi). Liat aja berapa banyak orang yang menjual imannya
dan berpaling dari imannya kepada Kristus karena alasan cinta, pangkat,
jabatan, atau alasan-alasan lain yang menurutnya lebih menguntungkan dirinya
daripada iman percaya pada Kristus. Padahaaaaal, dia gak sadar saat ia menjual
imannya, berarti ia menjual jaminan keselamatannya yang ia peroleh saat ia
percaya pada Yesus. Ia menjual jaminan ia akan bersama dengan Yesus di kerajaan
kekalnya saat penghakiman terakhir nanti.
Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan
dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau
tidak melalui Aku. (Yohanes 14:6)
Artinya, gak ada keselamatan selain dari Yesus. Gak ada istilah
kalo kau telah berpaling dari Yesus terus kau bisa beroleh keselamatan itu dari
yang lainnya. Saya percaya itu.
Nah, kalau liat hal itu, bisa ditarik kesamaan dari cerita Esau
yang menjual hak kesulungannya itu ke Yakub demi semangkuk kacang merah dengan
orang yang menjual iman percayanya kepada Yesus demi sesuatu yang dirasanya
lebih berharga. Yup, demi sesuatu yang hanya sementara&hanya memenuhi
keinginan dagingnya, manusia bisa menjual dan meninggalkan apa yang kekal dan
yang sudah diberikan untuknya. Miris sekali kan. Meninggalkan hal yang berlaku
selamanya demi hal yang sementara, sangat sementara.
Makaaaaa, JANGAN JUAL HAK KESULUNGANMU DEMI SEMANGKUK KACANG MERAH.
JANGAN JUAL IMANMU DEMI APAPUN JUGA.
(tambahan, dulu mamaku pernah bilang, kalau kau menjual iman
percayamu artinya kau menjual Tuhanmu. Sama aja kayak Yudas yang menjual Yesus
ke imam-imam kepala).
Pray: Tuhan, aku bersyukur punya Tuhan sepertimu. Aku bersyukur
mengenal-Mu. Dan aku dengan segenap hati mengakui kalau aku mempercayai-Mu
sebagai Tuhan dan Juruselamatku. Dan aku berterimakasih sekali atas perubahan
besar yang terjadi di kehidupanku, sejak aku mengenal-Mu. Ajar aku tetap setia
sampai selamanyaaa dan tidak akan pernah meninggalkan-Mu demi apapun juga.
Karna Kau tidak akan terganti. Amin J


0 comments:
Posting Komentar