Pages

*****

Rabu, Februari 08, 2012

What do you do when there is no answers? 


What do you do when there is no answers?
What do you do with unaswered prayer?
What do you do when there’s only silence and you ask does He really care?*

Saat mendengar penggalan lagu ini, saya sedikit banyak tertohok. Berdasarkan pengalaman saya dalam menikmati doa, saya sedikit sadar kalau doa benar-benar butuh penyerahan diri penuh. Saya sadar itu. Tapi kadang-kadang bahkan seringkali saya gak sabar dan saya mulai bertanya dalam hati, “Does He really care?”


See, terkadang fakta yang kita tahu pun bukan berarti bisa membuat kita kuat dikala kita lemah atau terdesak.

Saat2 menganggur dan menunggu2 penempatan seperti ini misalnya,
*berapa banyak doa yang sudah terucap dari mulut? Apakah Dia mendengarkannya seluruhnya, atau paling engga sedikiiiiiiit aja?

*berapa banyak tangisan yang tercurahkan atau yang cuma di dalam hati yang mendesak ingin keluar akibat perasaan sedih mendengar pertanyaan orang tua atau kerabat terdekat? Apakah Dia sedikit saja iba melihat mata yang berkaca-kaca ini?

*berapa banyak kata2 motivasi yang kita katakan dalam hati maupun yang disampaikan orang lain untuk kita namun yang kita tahu gak cukup membantu kita mengatasi kegelisahan hati ini? Apakah Ia se-tidak-peduli itu pada anak-Nya yang galau ini? Mengapa Ia gak langsung saja menjawabnya, karena sebenernya kan cuma Ia yang bisa mengatasi kegelisahan ini? Kenapa mesti dilama-lamain jawabnya Tuhaaaaann?

Dan masih banyak pertanyaan lain. Well, pertanyaan2 ini sejujurnya justru semakin menambah kegalauan kita. Jujur saja sodarasodari. J

Kadang dalam hati saya juga ingin marah pada diri sendiri. Udah berapa banyak saya mengalami jawaban doa Tuhan? Udah terlalu banyak dan caranya smuanya gak mengecewakan, apalagi jawabannya.. J sejujurnya kalau ada grup anak gak tau berterima kasih, saya bisa dimasukkan dalam anggota grup itu. Karena saya sadar-sesadarsadarnya kalau saya sungguh terlalu banyak menerima berkatnya. Doa2 saya dari yang paling gak beralasan sampai yang sangat beralasan atau dari yang paling kritis sampai yang membutuhkan waktu penantian panjang udah sangat banyak yang dijawab. Dan jawaban yang saya terima mau itu disetujui, ditolak, atau diganti semuanya gak membuat saya kecewa sama Tuhan. Beberapa saat setelah menerima jawaqban penolakan atas permintaan saya dari Tuhan misalnya, saya akhirnya bersyukur Tuhan gak jawab “iya” untuk doa saya itu. Tapi memang  butuh proses dan waktu yang lama, soalnya saya agak lama belajar dan mengertinya.. *saya tahu, menurut-Mu saya ini agak bandel. Hehhehehe

Dan masa-masa menunggu jawaban doa adalah yang teeeerBERAT dari siklus masa berdoa-menunggu-mendapat jawaban doa. Masa-masa ketidakjelasan menerpa, masa-masa mulai sok tau menebak-nebak jangan-jangan jawabannya begini atau begono trus malah jadi galau sendiri, masa-masa kita mulai menerka-nerka apa yang ada di pikiran Tuhan sampe Dia menunda-nunda menjawabnya sampai sekarang, atau masa-masa kegalauan membuncah sampai ada yang gak nafsu makan atau malah jadi pengen makan terus dan program diet pun terlupakan :P

Masa-masa ini bagi saya seringkali memberikan pelajaran berharga, bahkan kadang justru lebih banyak pelajaran dari saat saya mendapat jawaban doanya. Karena, jangan pikir ada orang yang udah terbiasa “digantung” jawaban doanya sama Tuhan. Jangan pikir ada orang yang udah kebal disuruh menanti jawaban doa. Apalagi udah jelas kan basic manusia itu gak mau nunggu padahal paling sering harus ditunggu. Well, bahkan seseorang yang udah sering mendapat jawaban yang di-delay sama Tuhan pun harus terus belajar gimana caranya tetap tabah dan sabar menghadapi hal-hal kayak begitu.

Coba deh kamu pikir, kapan kamu bener-bener merasakan titik terendah hidupmu, titik kamu gak bisa melakukan apa-apa lagi selain menyerahkan saja pada Tuhan? Kapan kamu akhirnya harus nyerah berusaha karena kamu smua usaha kamu gak membuahkan hasil sama sekali? Kapan kamu akhirnya berhenti berontak sama Tuhan karena kamu pikir Tuhan gak peduli sama doa kamu? Kapan kamu bilang, “aku gak tau mau ngapa-ngapain lagi Tuhan, aku kecewa, aku sedih, dan dengan berat hati aku nyerah sama semua usahaku ini. Terserah Tuhan aja lah mau gimana. Terserah Tuhan hidupku mau digimanain, kalo Tuhan bilang iya aku ikut, Tuhan ganti jawabannya aku ikut, atau kalaupun Tuhan bilang engga, aku ikut, hiks T.T”?

Kalau bagi saya, smua hal itu terjadi di masa-masa penantian akan doa-doa saya. Saya seringkali masuk kamar-kunci kamar-pegang alkitab-mulai baca alkitab tapi gak sanggup nahan tangis-akhirnya nangis dalam doa sama Tuhan. Jangan kira masalah tangis-tangisan ini saya lebay-lebay-in. Walaupun kata beberapa orang saya seperti gak punya masalah hidup, suka ketawa-ketiwi, sebenernya saya termasuk orang yang terlalu gampang nangis apalagi kalau berdoa. Jujur, ini sering terjadi.
Well, karena smua keadaan menyesakkan yang akan terjadi saat kita menunggu jawaban Tuhan, karena kita udah gak tau mau berbuat apa karena memang gak ada yang bisa diusahakan lagi supaya jawabannya segera keluar kecuali berserah sama Tuhan, maka satu-satunya hal yang bisa dilakukan saat kita mengalami delay jawaban doa, dan kita masih harus menunggu sampai masa yang gak bisa dipastikan, maka satu hal yang gak boleh bosan-bosannya kita lakukan adalah BERDOA terus-menerus. Bekeluh kesahlah pada-Nya kalau kita hampir gak sanggup lagi bertahan dan mintalah kekuatan terus menerus agar kita diberi kekuatan untuk sabar menunggu. Katakan pada-Nya “I’m waiting Lord and I’m hopeful. Though it is painful, but patiently I will wait, taking every step in obedience.J*

Soooo, kalau kamu ditanya dan menghadapi hal seperti ini:
What do you do when there is no answers?
What do you do with unaswered prayer?
What do you do when there’s only silence and you ask does He really care?
Kamu udah tahu kan apa yang harus kamu lakukan? J J J

Believe, He really really really cares because He loves you sooooooo much :D

Prayer:
God, teach me to wait patiently for all Your answers about my future and my problem.
I’m waiting Lord and I’m hopeful. I will take every step in obedience
Though it is painful, but patiently I will wait. I will not faint.
While I’m waiting I will serve You, I will worship You again and again.
I’m peaceful, though it’s not easy. But I promise, by Your strength, I’ll wait” J

Catatan:
*potongan bait lagu Answered Prayer -Daniel Russell&Harry Lewis


**beberapa kata2 untuk doa tersebut diambil dari lagu While I’m Waiting-John Waller dengan sedikit perubahan.



 with love,
Ruth Silitonga J

0 comments:

Posting Komentar