Mengapa terasa tidak benar?
20 Agustus 2012
betapa herannya menyadari bahwa pertemanan
gak se-simple yang kita bayangkan.
beberapa hari yang lalu, saya bertemu
dengan teman-teman yang dulunya deket banget waktu kuliah. sekitar 3 tahun
sih deketnya, tapi menurut saya cukuplah untuk disebut deket.
tapi ternyata, waktu ketemu kok rasanya ada
yang beda ya? kayak ada kabut tak terlihat yang memisahkan dan memberi jarak.
kayak ada hal-hal yang dipaksakan. kayak ini semacam pertemuan formal antara
atasan dan bawahan. kayak ini bukan pertemuan antara sahabat yang kayak
saudara, kayak adik ketemu kakak, kayak kakak ketemu adik.
saya sendiri gak terlalu ngerti kenapa
pembicaraannya jadi terlalu formal begitu. apa karna sudah lama tidak berjumpa?
atau masing-masing sedang ada masalah? ataukah karna merasa tidak nyaman satu
sama lain? ataukah karna sudah berbeda adat hidup dan budaya yang mempengaruhi
kepribadian masing2? atau karna sudah menemukan teman-teman lain yang lebih
dewasa dan lebih "nyambung" daripada yang ini? atau jangan jangan
karna memang sudah merasa terlalu tua untuk berkumpul bersama seperti jaman
beberapa tahun lalu, saat diri masih merasa muda? ah, terlalu banyak
"atau". terlalu banyak spekulasi.
tapi, masa iya karna udah terlalu lama gak
ketemu? saya dan teman-teman SMA dulu kalau ngumpul masih bisa sama-sama
tertawa, saling melempar sindiran2 lucu, masih bisa seru bahkan dengan cara
yang lebih dewasa.
tapi memang berbeda kelompok berbeda
individu. tidak bisa disamakan.
anehnya, beberapa minggu yang lalu, saya
juga ketemu dengan teman-teman masa kuliah dulu. walau orang-orangnya berbeda
180 derajat dengan orang2 ini. dengan dalih berbuka puasa bersama-walaupun saya
gak puasa-gak apa lah satu dari antara lima dijadikan pengecualian-kami ngumpul
di tempat yang gak bisa dibilang akan dipilih jika ada banyak pilihan.
berhubung tak banyak, eh tidak ada pilihan lain, jadilah ngumpul di mall
terdekat dari kantor.
tapi hey, walau ngumpulnya bukan di tempat
eksklusif atau tempat pilihan, justru semua berjalan dengan menyenangkan.
sangat menyenangkan malah.
justru dengan komposisi yang tidak terlalu
berbeda dengan kejadian yang saya sebutkan di awal, buka
bersama ini terasa sangat mendekatkan hati yang sudah terlalu lama tidak
bertemu. jangan kira kita sering bertemu walau satu kota. butuh alasan besar
untuk mempertemukan orang2 ini. jangan kira kita gak punya teman main lain
sehingga hanya orang2 ini yang terasa dekat. jangan kira saya lebih dekat
dengan mereka daripada dengan teman2 saya sebutkan di atas, kita baru berteman
setahun lebih. kalau dibandingkan dengan 3 tahun bersama dengan teman2 yang
saya sebutkan di atas, apalah setahun. dan jangan kira teman2 berbuka puasa
saya ini gak punya teman2 yang mungkin lebih dekat daripada kelompok saya ini.
mereka juga anak2 gaul, I mean it. bahkan budaya dan adat tidak bisa menyatukan
kami.
mungkin benar, yang dibutuhkan adalah
quality time. bukan acara yang tersusun rapi. bukan tempat mahal. bukan waktu
libur tetapi hati yang exited dengan acara ini. bagaimana bisa acara ngumpul
berjalan tanpa merasakan waktu udah berjalan 5 jam hanya untuk bercerita2, jika
komponen2 tersebut tidak ikut serta. bahkan seharian kerja dan mereka seharian
puasa tidak mengurangi moment ini dan senangnya berkumpul lagi.
mungkin salahnya adalah jikalau berkumpul
hanya untuk melakukan sesuatu bersama-sama bukannya saling menanyakan kabar
dengan serius, bukan sekedar basa-basi.
tapi mungkin memang bahkan perbandingan dua
kelompok ini tidak bisa dilakukan dengan segampang ini.
sekali lagi, berbeda kelompok berbeda
individu. tidak bisa disamakan.
tapi masa iya?
semoga saya salah.
with
love,,
Ruth Margareth Silitonga


0 comments:
Posting Komentar