Pages

*****

Rabu, November 21, 2012

Bersukacitalah Hai Jiwaku!

21 November 2012

Tadi malam, saya sangat amat down sekali. Dan karena saya tidak tahu bisa menceritakan kepada siapa (berhubung kostan saya sedang tidak ada orang), saya masuk ke kamar dan mulai berdoa. Dan mulai menangis. Saat itulah saya terpikir untuk menuliskan apa yang ada di dalam hati saya. Tetapi setelah menulis panjang dan selesai mengeluarkan semua yang ada di dalam hati, saya sedikit lega. Tetapi sewaktu menyimpan tulisan saya, tidak sengaja saya membaca tulisan ini, yang sudah sangat lama saya tulis tetapi belum saya post ternyata. Well, saat membacanya saya merasa tulisan ini malah menguatkan saya, saat keadaan seperti ini. Saya terjatuh, tetapi tidak sendiri. Sebab Tuhan menghibur dengan cara-Nya yang luar biasa. 


**Bapa, kusuka cara-Mu memulihkan hatiku yang suam. Engkaulah alasan hatiku percaya kasih masih ada dalam dunia. Makasi Tuhaaaan. mchmchmch

16 April 2012


Pagi ini, sebelu berangkat ngantor dapat sms dari Bos (selanjutnya disebut Bos 1), katanya bakalan ada rapat jam 07.30 buat bahas persiapan rapat besar. cepat2 lah saya ke kantor. Masih baru nyampe di kantor, lagi sarapan, belum setengah 8 udah disuruh ke ruang rapat. Bareng temen2 langsung pada heboh ke ruang rapat sambil bawa2 makanan. Si Pak Bos 1 juga bawa sarapannya ke ruang rapat (haha, -.-)

Baru 2 menit, sambil makan dan bicarain bahan rapat besar si pak Bos besar (selanjutnya disebut Bos 2) datang sambil heboh nanya ini itu. Yaampun belum juga kami bernafas. Langsung ditanya yang ini kemaren gimana? Hasil yang ini ditambahin ke file yang itu? Kamu kerjakan ini! Kamu udah selesai yang ini? Dan begitulah, semuanya dihebohin ini itu. Sampe temenku yang lagi makan dimarahin trus disuruh nanti aja makannya. Yaampun, belum juga jam stengah 8 Pak.. ckckckck

Daaaaaaan, belum juga selesai ngerjain kerjaan yang diperintahnya, semua langsung disuruh pindah ke ruang Bos yang lebih besar lagi (selanjutnya disebut Bos 3). Langsung heboh lah semua. Gak sabaran bgt. Smua didesak cepat2. Alhasil, sarapan pun ditinggal, padahal belum abis loh itu. Ckckck

Setelah kejadian itu, rapat lah bersama boos 1,2,dan3 dan bos-bos lainnya. Hadeeeeeehh, rapatnya hectic bgt deh pokoknya. Sempat ngerasa, ini kok smuanya pada emosi yak? Ini kenapa smuanya bikin takut ya?
Saya yang tadi pagi masih penuh sukacita-berhubung semalam baru selesai retreat-dan masih membawa hati yang damai ke kantor tadi pagi, sempat terkejut juga dengan keadaan pagi ini. Kocar-kacir, cari bahan ke sana, siapin ini, ngerjain itu, haduh.

Tapiii, ternyata saya masih merasa sukacita. Saya gak merasa terintimidasi dengan perlakuan para bos besar itu. Saya cuma sedikit shock sama kelakuan mereka yang seheboh itu. Saya juga jadi sibuk sendiri ngerjain tugas saya, pikiran saya, yang penting ini selesai dulu deh, daripada ntar makin hectic. Tapi cuma itu. Lainnya saya gak terusik sama sekali. Saya malah masih bisa ketawa-ketawa bareng temen2 saya waktu ngerjain tugas, jadi ketawa sendiri liat kami yang hectic begitu. Hahhaa

Waktu semua urusannya udah beres, saya jadi ngerasa bener juga kata seorang teman saya. Saat sukacita ada di hati, masalah segede apapun gak bisa merengut sukacita itu. Saat ada sukacita di hati, selalu ada perasaan damai di hati. Kita bisa selalu tersenyum mengenai apapun, melihat apapun, dan dalam kondisi apapun. Kita gak langsung terpancing emosinya. Kita bisa lebih berpikir jernih dan berpikir positif. Kita bisa lebih tenang.

Bener loh ini, saya bisa merasa begitu tenang menghadapi semuanya tadi. Saya bisa senyum-senyum sekarang, karna sukacita saya tidak tergantikan. Saya mungkin merasa terkejut seketika, tapi keadaan buruk dan tidak mengenakkan itu tidak lantas mengambil sukacita saya. Sukacita itu melebihi sekedar kebahagiaan. Saya merasa lebih dari sekedar bahagia.

Saya akhirnya belajar, ternyata sukacita itu bukan hal yang gampang direngut, tapi juga bukan hal yang gampang didapat. Saya sadar, kenapa seseorang bisa cepat sekali marah dan terpancing emosinya, kemungkinan besar karna gak ada sukacita di hatinya. Saya pun seringkali begitu. Seringkali kita lupa meminta pada Tuhan sukacita yang dari-Nya diberikan-Nya pada hati kita.

Kenapa harus dari Tuhan? Karna sukacita yang sebenarnya itu adalah sukacita yang dari Tuhan, bukan sukacita yang sembarangan. Bukan cuma sekedar senang atau bahagia yang biasa kita alami.

Aku bersyukur Tuhan berikan sukacita ini dalam hatiku. Aku beryukur bisa bersukacita. Aku bersyukur karna sukacita ada di hatiku. Di hatiku J

 with love,, Ruth Margareth Silitonga

0 comments:

Posting Komentar