Pages

*****

Jumat, April 13, 2012

Fear

Takut

Dulu, saya seorang yang sangat suka punya rencana dalam hidup saya. Saya suka hidup yang sesuai dengan apa yang saya rencanakan. Saya suka kalau goal saya sukses. Saya paling gak suka kalau ada sesuatu yang gak berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Saya gak suka gagal. Saya gak suka sesuatu yang sudah saya rencanakan jauh-jauh hari justru gak kesampaian. Saya seorang planner sejati.


Ketakutan saya adalah saat sesuatu yang saya terancam tidak akan berakhir sesuai dengan apa yang diharapkan. Ketakutan akan langsung membuat saya merasa was-was dan jelas akan langsung mencari cara antisipasi supaya apa yang sudah saya rencanakan tidak gagal. Saya malu apa yang saya rencanakan gak berhasil dan saya sendiri juga gak suka kalau rencana saya gagal.


tapi….

Semenjak saya kenal Tuhan, saya belajar untuk taat saja. Taat sama semua kehendaknya Tuhan. Mau ke kiri tapi Tuhan bilang ke kanan, saya belajar untuk taat, dan saya ke kanan. Waktu saya pengen melaksanakan rencana A yang udah saya rencanakan bahkan dari tahun kapan, tapi di saat-saat terakhir Tuhan ganti ke rencana B, saya pilih ikut kehendak-Nya.

Sebenarnya saya tetap punya pilihan mau tetap ambil rencana saya atau mau ikut kehendak Tuhan. Tuhan bukan Allah yang kejam kan. Ia tetap beri pilihan. Tapi justru itu yang membuat saya mau patuh. Saya malu kalau saya sok tahu sama apa yang akan terjadi sesuai kehendaknya Tuhan daripada sama apa yang saya rasa bakalan lebih baik. Saya malu kalau saya akhirnya merasa lebih pintar daripada Tuhan.

Kenapa mesti takut kecelakaan kalau kita udah serahkan perjalanan kita sama Tuhan? Kenapa harus takut jatuh kalau kita udah serahkan langkah kita sama Tuhan? Kenapa kita mesti takut kehilangan sesuatu kalau kita udah serahkan sesuatu itu pada Tuhan? Kalau kita takut, artinya kita gak serahkan seluruhnya sama Tuhan. Kalau kita takut artinya kita hanya serahkan 50% sama Tuhan dan 50%nya lagi masih kita genggam sendiri. Kalau kita takut, artinya kita gak percaya sama Tuhan. Percaya 50% sama saja kan dengan gak percaya?

KALAU SAYA TAKUT, ARTINYA SAYA GAK PERCAYA SAMA TUHAN YESUS.


“Sebab rancanganKu bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu. (Yesaya 55:8-9)

Walaupun saya sekarang sadar kalau saya harus selalu ikut kehendak Tuhan, saya masih sering jatuh. Saya masih sering nangis sama Tuhan, ngadu kalau saya gak setuju sama apa yang udah Tuhan kasih. Saya sering ngerasa kok saya diginiin terus sama Tuhan? Kok saya kayaknya salaaaaahh mulu. Kayaknya jarang banget Tuhan setuju sama apa yang saya rancangin.

Tapi akhirnya saya belajar. Rancangan-rancangan saya itu rancangan-rancangan yang saya buat sebelum saya bener-bener doa sama Tuhan dan banyak yang emang rencana saya sejak jaman dahulu kala (halah) yang udah saya rencanain sejak kecil. Rancangan-rancangan itu saya buat sebelum saya benar-benar kenal Tuhan secara pribadi. Rancangan-rancangan itu saya buat saat saya benar-benar masih egois sama hidup saya, maunya yang senang-senang aja, maunya yang nyaman-nyaman aja, maunya yang aman, damai, dan gak terganggu apapun. Rancangan-rancangan saya rancangan-rancangan yang egois.

Semenjak saya sadar akan konyolnya rancangan-rancangan saya, saya belajar untuk melihat ke kehidupan saya. Bagaimana saya berubah sedikit demi sedikit dari hidup saya yang dulu egois, sekarang sedikit demi sedikit Tuhan bentuk. Saya melihat justru rancangan-rancangan Tuhan yang sangat tidak sesuai dengan rancangan hidup saya lah yang membentuk saya menjadi semakin lebih baik seperti sekarang. Rancangan-rancangan Tuhan itu yang membentuk saya smakin menjadi pribadi yang mau taat dan gak egois. Pribadi yang mau percaya sama Bapanya dan mau ikut apa yang udah dirancangkan Bapanya padanya walaupun dia masih gak ngerti akan dibawa kemana sama Bapa bahkan rasanya di depan sana gelap sekali.

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. (Yeremia 29:11)

Saat ini pun saya terus masih dalam perjalanan bersama Tuhan. Saya gak tahu selanjutnya akan ada apa dalam hidup saya. Saya gak tau cobaan apa yang akan Tuhan izinkan terjadi dalam hidup saya. Saya percaya saya bakalan sanggup melaluinya asal Bapa bersama saya.


Yang saya percaya, selama Yesus berjalan bersama saya, kemana pun Tuhan akan membawa saya, saya aman.






0 comments:

Posting Komentar